CEDERAI PENDIDIKAN NTT, PENA BALI PROTES MENDIKBUD MUHADJIR EFFENDY

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh

Selamat Pagi

Mendikbudku.com - Puluhan wartawan asal NTT yang tergabung dalam Komunitas Pena NTT Bali protes keras dengan pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy terkait dengan isi pemberitaan yang dimuat di Jawa Pos edisi 4 Desember 2017.

Sebelumnya, Mendikbud menyebut, berdasar survei Program for International Students Assesement (PISA), kualitas pendidikan RI masuk ranking paling bawah.

dunia pendidikan ntt, mendikbud muhajir effendy, pena bali
Gambar Ilustrasi

Mendikbud menyebut jika sampel dari survei itu adalah siswa-siswi asal NTT. Dalam berita itu ada kutipan langsung, “Saya khawatir yang dijadikan sampel Indonesia adalah siswa-siswa dari NTT semua”.

Ketua Pena NTT Bali Emanuel Dewata Oja mengatakan, kalimat langsung ini sejatinya terbentuk dari mindset seorang menteri bahwa orang dari NTT itu bodoh semua.

Pernyataan itu, kata dia, telah melukai hati orang NTT. Bukan hanya orang di NTT, tetapi melukai hari orang NTT yang ada di seluruh Indonesia, bahkan seluruh dunia.

“Sebagai seorang menteri dan apalagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, seharusnya pernyataan seperti itu tidak perlu disampaikan di depan publik tanpa data yang benar,” tutur Edo – sapaan akrabnya, di Denpasar, kemarin.

Apakah benar bahwa PISA melakukan survei di NTT, ataukah survei dari berbagai daerah di Indonesia. Ini menjadi pertanyaan besar karena seorang menteri menyampaikan data PISA secara tidak jelas.

“Kami meminta agar Pak Menteri yang terhormat segera mengklarifikasinya,” ujarnya. Menurut Edo, masyarakat NTT yang ada di Bali meminta Menteri Muhadjir Effendy memberi penjelasan.

“Kami berharap Bapak Presiden segera mengambil tindakan tegas. Dan kalau bisa dicopot karena melukai masyarakat NTT dan dunia pendidikan NTT,” ujar pengurus inti Pena NTT.

dunia pendidikan ntt, mendikbud muhajir effendy, pena bali

Ambros Boli Berani sebagai salah satu pengurus Pena NTT mengatakan, memang benar secara kuantitatif mutu pendidikan NTT masih rendah.

Namun secara kualitatif, banyak juga orang NTT yang menduduki posisi penting di negeri ini. Banyak menteri dari zaman ke zaman juga diisi orang NTT.

Sebut saja nama-nama seperti Frans Seda (Mantan Menteri Perkebunan dan Dubes Belgia era  Soekarno hingga Soeharto), Sony Keraf (Menteri Lingkungan Hidup era Megawati),

Adrianus Moi (Gubernur Bank Indonesia era Soeharto), Jakob Nuwa Wea (Menakertrans era Megawati), Saleh Husin (Mantan Menteri Perindustrian era Jokowi), dan Nafsiah Mboy (Menteri Kesehatan era SBY).

Belum lagi beberapa staf ahli. Seperti Komjen (Purn) Gories Mere. Orang-orang ini berjasa dalam pemberantasan terorisme di Indonesia.

Banyak lagi orang NTT yang berjasa di negeri ini yang namanya tidak dikenal. Ia juga menyebut bahwa banyak juga guru besar, profesor, yang mengabdi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Banyak juga tokoh pers dan pemimpin redaksi di berbagai media di Indonesia. Pengurus senior Pena NTT Apolo Daton mencurigai jika Menteri Muhadjir Effendy tidak mempertimbangkan apa yang diucapkannya.

“Kalau Pak Muhadjir mengatakan orang NTT itu bodoh, itu ibarat membuang ludah ke langit dan menepuk air di dulang. Toh Pak Muhadjir adalah seorang menteri.

Kalau orang NTT itu bodoh, menteri juga harus dievaluasi. Ini tanggungjawab siapa. Menteri Pendidikan yang bertanggungjawab terhadap kualitas pendidikan di NTT,” ujarnya.

Ia menduga jika kemiskinan dan kebodohan NTT menjadi bahasa proposal lalu dijadikan bahan untuk bargaining di tingkat nasional dan dunia.

"Saya kecewa seorang Muhadjir Effendy yang saya anggap sebagai tokoh pendidikan justru mendiskriminasi pendidikan NTT. Jadi Menteri ini harus dicopot," ujarnya.

Sumber : jawapos.com

Demikian berita terkini yang dapat mendikbudku.com sampaikan, silakan dishare.

Comments