Sekolah Lima Hari Sepekan Diisi Tiga Kegiatan Ini


Selamat datang di blog pendidikan Tahun Ajar.

Berikut ini kami bagikan informasi mengenai kegiatan yang akan dilakukan dalam sekolah lima hari seminggu yang rencanaya akan mulai dilaksanakan pada tahun ajaran 2017/2017.
Untuk lebih jelasnya silahkan disimak dibawah ini.

Sekolah Lima Hari Seminggu Diisi Tiga Kegiatan Ini
Ada tiga kegiatan, yaitu intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.
Mulai tahun pelajaran 2017/2018 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan sekolah lima hari dalam seminggu atau delapan jam belajar dalam satu hari. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

"Sekolah lima hari ini merupakan bagian dari program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang di dalamnya ada tiga kegiatan, yaitu intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler," kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad yang SekolahDasar.Net kutip dari laman kemdikbud.go.id (16/06/17).

Kegiatan intrakurikuler adalah kegiatan pembelajaran seperti yang telah berjalan. Kemudian kokurikuler adalah kegiatan yang menguatkan kegiatan intrakurikuler, seperti kunjungan ke museum atau tempat edukasi lainnya. Terakhir, kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang lebih bersifat ke minat siswa dan pengembangan diri, misalnya olahraga, seni, atau kegiatan keagamaan.

Staf Ahli Mendikbud Bidang Pembangunan Karakter, Arie Budhiman mengatakan, banyak kegiatan yang dapat dilakukan sekolah dalam menerapkan pendidikan karakter melalui lima hari sekolah. Kegiatan tersebut dilakukan dengan tetap mengacu pada lima nilai utama karakter prioritas PPK, yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan integritas.

Menurutnya, salah satu contoh penerapan PPK yang dimulai Juli mendatang itu, secara sederhana dalam sekolah adalah dengan melibatkan siswa untuk menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah.

"Siswa dilibatkan dengan cara membuat jadwal membersihkan kelas secara bergantian dan gotong royong. Dengan demikian, nilai karakter gotong royong sudah disisipkan dalam pembelajaran di sekolah," kata Arie.

Melalui program penguatan pendidikan karakter diharapkan dapat menumbuhkan siswa dengan karakter berpikir kritis, kreatif, serta mampu berkomunikasi dan berkolaborasi, yang mampu bersaing di abad 21.

Sumber : sekolahdasar.net

Comments