Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Sekolah. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Sekolah. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juli 2017

Panduan Kerja Pengawas Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah 2017

Berikut ini adalah berkas buku atau modul Panduan Kerja Pengawas Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah 2017. Buku modul Panduan Kerja Pengawas Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah ini merupakan Cetakan Pertama, April 2017 Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah - Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Download file format .docx Microsoft Word dan PDF.

Panduan Kerja Pengawas Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah 2017
Panduan Kerja Pengawas Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah 2017

Pada Panduan Kerja Pengawas Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah 2017 ini berisi juga format-format instrumen supervisi lengkap dalam format file .doc atau .docx Microsoft Word terdiri dari format-format penilaian akademik dan penilaian sekolah keseluruhan untuk tahun 2017 edisi terbaru untuk Guru yang melaksanakan KTSP maupun Kurikulum 2013.

Lampiran-Lampiran dalam Format File .docx Microsoft Word
Lampiran-Lampiran dalam Format File .docx Microsoft Word

Panduan Kerja Pengawas Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah 2017

Berikut ini kutipan teks dari isi berkas buku Panduan Kerja Pengawas Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah 2017:

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikkan Nasional Nomor 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah, diamanatkan bahwa seorang pengawas sekolah harus memiliki standar kompetensi yang sudah ditetapkan. Kompetensi meliputi: Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Supervisi Manajerial, Kompetensi Supervisi Akademik, Kompetensi Evaluasi Pendidikan, Kompetensi Penelitian Pengembangan, dan Kompetensi Sosial.

Pada tahun 2015, dalam rangka pemetaan kompetensi pengawas sekolah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayakan menyelenggarakan uji kompetensi pengawas sekolah yang diikuti oleh 24.293 pengawas sekolah dari jenis, jenjang, dan masa kerja yang bervariasi. Nilai rerata kompetensi pengawas sekolah adalah 55,24, untuk dimensi supervisi manajerial adalah 57,53, untuk dimensi supervisi akademik adalah 56,06, untuk dimensi penelitian dan pengembangan adalah 54,24, dan untuk dimensi evaluasi pendidikan adalah 53,12, Data tersebut menunjukkan bahwa pengawas sekolah membutuhkan perhatian yang lebih serius dalam peningkatan kompetensi untuk setiap dimensi kompetensi.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan sebagai instansi Pembina melakukan pembinaan pengawas sekolah dengan berbagai strategi, satu diantaranya adalah peningkatan atau penguatan kompetensi pengawas sekolah.

Salah satu upaya untuk penguatan tersebut Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melalui Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah telah melakukan penyusunan panduan kerja dan menerbitkannya menjadi sebuah buku Panduan Kerja Pengawas Sekolah.

Buku kerja ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota, Pengawas Sekolah, dan para pemangku kepentingan pendidikan lainnya dalam melakukan pembinaan bagi pengawas Sekolah/Madrasah.

Daftar isi pada buku ini antara lain:

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Dasar Hukum
C. Tujuan
D. Hasil yang Diharapkan
E. Ruang Lingkup

BAB II TUGAS POKOK DAN PERAN PENGAWAS SEKOLAH
A. Tugas Pokok Pengawas Sekolah
B. Peran Pengawas Sekolah

BAB III TAHAPAN KEGIATAN PENGAWASAN
A. Penyusunan Program Pengawasan
B. Pelaksanaan Program Pengawasan
C. Evaluasi Hasil Pelaksanaan Program Pengawasan
D. Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru dan/atau Kepala Sekolah

BAB IV PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
A. Pengertian
B. Tujuan
C. Pejabat Penilai dan Atasan Pejabat Penilai
D. Waktu Penilaian
E. Unsur Penilaian
F. Alur Penilaian Prestasi Kerja Pegawai bagi Pengawas Sekolah
G. Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai
H. Penilaian Capaian SKP-PS
I. Penilaian Perilaku Kerja Pegawai bagi Pengawas Sekolah
J. Pengolahan Nilai Capaian SKP dan Perilaku Kerja Pegawai bagi Pengawas Sekolah
K. Penetapan Hasil Penilaian Prestasi Kerja Pegawai bagi Pengawas Sekolah

DAFTAR LAMPIRAN

PROGRAM PEMBINAAN GURU
Lampiran 1 Contoh Rencana Pengawasan Akademik
Lampiran 2 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Guru Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Perencanaan Pembelajaran (RPP Kurikulum 2006)
Lampiran 3 Contoh Lembar Kerja Guru
Lampiran 4 Contoh Daftar Nilai Portofolio RPP
Lampiran 5 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Guru Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Administrasi Guru (Perencanaan Pembelajaran)
Lampiran 6 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Guru Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Penilaian Proses dan Hasil Belajar Peserta Didik
Lampiran 7 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Guru Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Penyusunan RPP (Perencanaan Pembelajaran)
Lampiran 8 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Guru Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Pelaksanaan Pembelajaran (Observasi Kelas Implementasi Kurikulum 2006)
Lampiran 9 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Guru Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Pelaksanaan Pembelajaran (Observasi Kelas Implementasi Kurikulum 2013)
Lampiran 10 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Administrasi Guru Bimbingan dan Konseling
Lampiran 11 Contoh Surat Keterangan Melaksanakan Pembinaan Guru

PROGRAM PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH
Lampiran 12 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Sekolah Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Program Rencana Kerja Kepala Sekolah
Lampiran 13 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Sekolah Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Pelaksanaan Kerja Kepala Sekolah
Lampiran 14 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Sekolah Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Verifikasi Dokumen I Kurikulum 2013
Lampiran 15 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Sekolah Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Pembiayaan
Lampiran 16 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Sekolah Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Pengelolaan Sarana
Lampiran 17 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Sekolah Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Administrasi Kepegawaian
Lampiran 18 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Sekolah Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Administrasi Kesiswaan
Lampiran 19 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Sekolah Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Administrasi Perpustakaan
Lampiran 20 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Sekolah Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Supervisi Akademik oleh Kepala Sekolah
Lampiran 21 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Sekolah Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Hubungan Masyarakat
Lampiran 22 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Sekolah Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Pengelolaan Laboratorium
Lampiran 23 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Sekolah Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Sarana Prasarana Ruang Kelas
Lampiran 24 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Sekolah Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Kerja sama dengan Komite Sekolah
Lampiran 25 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Sekolah Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan 7K
Lampiran 26 Contoh Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Sekolah Sebelum dan/atau Sesudah Pelaksanaan Pembinaan Sistem Informasi Manajemen


PROGRAM PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN PROFESIONAL GURU
Lampiran 27 Contoh Rencana Pengawasan Akademik
Lampiran 28 Contoh Instrumen Pengukuran Keterampilan Guru Sesudah Pelaksanaan Pembimbingan dan Pelatihan Metode Pembelajaran Saintifik
Lampiran 29 Contoh Lembar Kerja Guru
Lampiran 30 Contoh Daftar Nilai Hasil Pengamatan Pembelajaran
Lampiran 31 Contoh Surat Tugas Melaksanakan Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru

PROGRAM PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN PROFESIONAL KEPALA SEKOLAH Lampiran 32 Contoh Instrumen Penilaian Hasil Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Kepala Sekolah dalam Penelitian Tindakan Sekolah
Lampiran 33 Contoh Surat Tugas Melaksanakan Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Kepala Sekolah

PROGRAM PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN GURU DAN KEPALA SEKOLAH 
Lampiran 34 Contoh Instrumen Penilaian Hasil Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru dan Kepala Sekolah Dalam Penelitian Tindakan Kelas
Lampiran 35 Contoh Program Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru dan Kepala Sekolah
Lampiran 36 Contoh Sistematika Laporan Pelaksanaan Program Pembimbingan dan Pelatihan Guru dan Kepala Sekolah
Lampiran 37 Contoh Surat Keterangan Melaksanakan Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru/Kepala Sekolah
Lampiran 38 Contoh Format Jadwal Pembimbingan dan Pelatihan Profesional
Lampiran 39 Contoh Model Daftar Hadir Pelaksanaaan Pembinaaan/Pembimbingan

PROGRAM PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH
Lampiran 40 Contoh Rencana Pengawasan Manajerial 

PROGRAM PEMANTAUAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
Lampiran 41 Contoh Instrumen Validasi/Verifikasi Dokumen KTSP
Lampiran 42 Contoh Rencana Pengawasan Akademik Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan
Lampiran 43 Contoh Instrumen Pemantauan Pelaksanaan Standar Isi dan SKL
Lampiran 44 Contoh Instrumen Pemantauan Pelaksanaan Standar Proses
Lampiran 45 Contoh Instrumen Pemantauan Pelaksanaan Standar Penilaian

Latar Belakang
Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru Pasal 54 ayat (8) butir d menyatakan bahwa guru yang diangkat dalam jabatan Pengawas Satuan Pendidikan melakukan tugas pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan tugas pengawasan. Tugas pengawasan yang dimaksud adalah melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial. Hal ini seiring dengan Permen PAN dan RB nomor 14 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya Bab II Pasal 5 yang menyatakan bahwa tugas pokok Pengawas Sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan Delapan Standar Nasional Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan profesional guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus. Dengan demikian, pengawas sekolah dituntut mempunyai kualifikasi dan kompetensi yang memadai untuk mampu melaksanakan tugas pengawasan. Kualifikasi dan kompetensi yang dimaksud adalah kompetensi sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007, yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi supervisi akademik, kompetensi supervisi manajerial, kompetensi evaluasi pendidikan, kompetensi penelitian dan pengembangan, dan kompetensi sosial.

Merujuk pada Permen PAN dan RB nomor 14 Tahun 2016 Tentang Perubahan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 menegaskan bahwa instansi pembina jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah Kementerian Pendidikan Nasional. Untuk itu, dalam rangka pemetaan kompetensi pengawas sekolah, pada tahun 2015 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyelenggarakan uji kompetensi pengawas sekolah yang diikuti oleh 24.293 pengawas sekolah dengan jenis, jenjang, dan masa kerja yang bervariasi. Nilai rerata kompetensi pengawas sekolah adalah
39,64 untuk dimensi evaluasi pendidikan; 38,24 untuk dimensi penelitian dan pengembangan; 41,87 untuk dimensi supervisi akademik; dan 44,52 untuk dimensi supervisi manajemen. Data tersebut menunjukkan bahwa pengawas sekolah membutuhkan perhatian yang lebih serius dalam peningkatan kompetensi untuk setiap dimensi kompetensi.

Berkaitan dengan tugas pengawas sekolah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melakukan pembinaan pengawas sekolah dengan berbagai strategi. Satu di antaranya adalah peningkatan atau penguatan kompetensi pengawas sekolah. Salah satu upaya penguatan kompetensi pengawas sekolah adalah dengan menerbitkan norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) pengawas sekolah.

Berdasarkan uraian di atas, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melalui Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah menerbitkan Panduan Kerja Pengawas Sekolah Pendidikan Dasar Dan Menengah Tahun 2017.

Dasar Hukum
  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
  3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
  4. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
  8. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil
  9. Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah
  11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan 
  12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2009 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 30 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas Sekolah
  13. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, sebagaimana telah dirubah dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya
  14. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 01/III/PB/2011 dan Nomor 6 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya
  15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 143 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya
  16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  17. Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 1 Tahun 2016 dan Nomor I/56/XII/2016 tentang Penjelasan Atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2016
Tujuan
Panduan Kerja Pengawas Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah disusun untuk memudahkan pengawas sekolah dalam:
  1. merencanakan pengawasan (program pengawasan dan sasaran kerja pegawai [SKP] Pengawas Sekolah);
  2. merencanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru/kepala sekolah;
  3. melaksanakan pengawasan (program pengawasan dan SKP Pengawas Sekolah);
  4. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru/kepala sekolah;
  5. melaporkan kegiatan pengawasan;
  6. melaporkan kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru/kepala sekolah;
  7. mengevaluasi hasil pelaksanaan pengawasan; dan
  8. mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru/kepala sekolah.

Hasil yang Diharapkan
Dengan digunakannya Panduan Kerja Pengawas Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan Pengawas Sekolah dapat:
  1. melaksanakan tugas pokok Pengawas Sekolah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  2. melaksanakan pengembangan karier; 
  3. meningkatkan kinerja guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan lainnya; serta
  4. meningkatkan mutu pendidikan.

Ruang Lingkup
Ruang lingkup Panduan Kerja Pengawas Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah meliputi:
  1. tugas pokok dan peran pengawas sekolah;
  2. tahapan kegiatan pengawasan;
  3. penilaian prestasi kerja pegawai (PKP) pengawas sekolah.

    Download Buku Panduan Kerja Pengawas Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah 2017

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Panduan Kerja Pengawas Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah 2017 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    Panduan Kerja Pengawas Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah 2017



    Download File:

    Buku Panduan Kerja Pengawas Sekolah Tahun 2017.pdf
    Buku Panduan Kerja Pengawas Sekolah Tahun 2017.docx


    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file buku/modul Panduan Kerja Pengawas Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah 2017. Semoga bisa bermanfaat.

    Lihat juga beberapa informasi dan berkas dengan kategori Pengawas Sekolah lainnya di bawah ini.


    Selasa, 14 November 2017

    Template Administrasi TU (Tata Usaha) Sekolah

    Berikut ini adalah berkas kumpulan Template untuk Administrasi TU (Tata Usaha) Sekolah. Download file format .doc atau .docx Microsoft Word.

    Template Administrasi TU (Tata Usaha) Sekolah
    Template Administrasi TU (Tata Usaha) Sekolah

    Administrasi TU (Tata Usaha) Sekolah

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas kumpulan Template untuk Administrasi TU (Tata Usaha) Sekolah ini silahkan lihat preview salah satu file dan unduh file lainnya pada link di bawah ini:

    Contoh Administrasi TU (Tata Usaha) Sekolah - Template Surat Berita Acara



    Download File:

    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - AGENDA KEGIATAN KEPALA SEKOLAH.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - BUKU AGENDA SURAT KELUAR MASUK.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - BUKU KUNJUNGAN KOMITE SEKOLAH.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - BUKU KUNJUNGAN ORANG TUA WALI MURID.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - BUKU PIKET.doc
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - BUKU TAMU KHUSUS.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - BUKU TAMU UMUM.doc
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - INVENTARIS UNDANGAN SOSIAL KEMASYARAKATAN.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - PELAKSANAAN KEGIATAN SOSIAL.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - PROGRAM KERJA TU.doc
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Sistematika Laporan Kegiatan Workshop.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Spesimen Tanda Tangan Kepala Sekolah.doc
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Berita Acara.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Daftar Hadir Pertemuan Rapat.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Instruksi Kepala Sekolah.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Keputusan Kepala Sekolah.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Laporan Kegiatan.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Nota Dinas.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Notulensi Kegiatan.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Pengumuman.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Peraturan Kepala Sekolah.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Rekomendasi.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Surat Dinas Biasa.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Surat Edaran Kepala Sekolah.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Surat Izin Kepala Sekolah.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Surat Keterangan.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Surat Kuasa.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Surat Panggilan.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Surat Pengantar.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Surat Perintah Perjalanan Dinas.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Surat Perintah.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Surat Perjanjian.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Surat Tugas.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - Template Surat Undangan.docx
    Administrasi Tata Usaha (TU) Sekolah - UNDANGAN GURU.doc


    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share kumpulan file Template untuk Administrasi TU (Tata Usaha) Sekolah. Semoga bisa bermanfaat.

    Lihat juga beberapa informasi dan berkas lainnya di bawah ini.


    Rabu, 23 Agustus 2017

    Silahkan dilihat Contoh Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah Plus RKS dan RKTS Terbaru

    Salam dunia pendidikan. Kali ini kami akan membagikan sebuah Contoh Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah Plus RKS dan RKTS  untuk anda, yang mungkin bisa membantu anda untuk memudahkan pekerjaan, dan semoga bermanfaat.

    Kepala sekolah merupakan sosok yang harus dicontoh oleh guru guru dan peserta didik disekolah juga oleh warga sekolah sehingga kepala sekolah harus menjadi teladan dimasyarakat. Kepala sekolah harus mampu memanaje sekolah sehingga bisa mempengaruhi, menggerakan, memberdayakan dan mengembangkan warga sekolah ke arah yang lebih baik.
    Kemajaun sekolah akan berhasil jika semua unsur saling menunjang termasuk dukungan masyarakat yang dipimpin oleh kepala sekolah.

    Penilaian kinerja kepala sekolah dilaksanakan berdasarkan tupoksinya. Tupoksi kepala sekolah juga harus mengacu pada Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan sekolah, meliputi (1) perencanaan program, (2) pelaksanaan rencana kerja, (3) pengawasan dan evaluasi, (4) kepemimpinan sekolah, (5) sistem informasi sekolah.


    Berbagai tugas yang harus dilakukan kepala sekolah

    1. Membuat perencanaan

    Perencanaan yang perlu dilakukan oleh kepala sekolah, diantaranya adalah menyusun program tahunan sekolah, yang mencakup program pengajaran, kesiswaan, kepegawaian, keuangan, dan penyediaan fasilitas-fasilitas yang diperlukan. Perencanaan ini selanjutnya dituangkan dalam rencana tahunan sekolah yang dijabarkan dalam dua program semester.

    Program pengajaran
    Kesiswaan
    Kepegawaian
    Keuangan
    Sarana dan prasarana

    2. Kepala sekolah bertugas menyusun struktur organisasi sekolah

    Organisasi memainkan peranan penting dalam fungsi administrasi karena merupakan tempat Pelaksanaan semua kegiatan administrasi. Selain itu, dilihat dari fungsinya organisasi juga menetapkan dan menyusun hubungan kerja seluruh anggota organisasi agar tidak terjadi tumpang tindih dalam melakukan tugasnya masing-masing. 

    Penyusunan organisasi merupakan tanggungjawab kepala sekolah sebagai administrator pendidikan. Sebelumnya ditetapkan, penyusunan organisasi itu sebaiknya dibahas bersama-sama dengan seluruh anggota agar hasil yang diperoleh benar-benar merupakan kesepakatan bersama.

    Selain menyusun struktur organisasi, kepala sekolah juga bertugas untuk mendelegasikan 
    tugas-tugas dan wewenang kepada setiap anggota administrasi sekolah sesuai dengan struktur organisasi yang ada.

    3. Kepala sekolah sebagai koordinator dalam organisasi sekolah

    Pengkoordinasian organisasi sekolah ini merupakan wewenang dari kepala sekolah. Dalam melakukan pengkoordinasian ini sebaiknya juga kepala sekolah kerja sama dengan berbagai bagian dalam organisasi agar pengkoordinasian yang dilakukan dapat menyelesaikan semua hambatan dan halangan yang ada.

    4. Kepala sekolah mengatur kepegawaian dalam organisasi sekolah

    Berbagai tugas yang berkenaan dengan kepegawaian sepenuhnya merupakan wewenang kepala sekolah. Dia memiliki wewenang untuk mengangkat pegawai, mempromosikannya, menempatkan, atau menerima pegawai baru. Pengelolaan kepegawaian ini akan berjalan dengan baik bila kepala sekolah memperhatikan kesinambungan antara pemberian tugas dan dengan kondisi dan kemampuan pelaksanaannya.
    1. TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA SEKOLAH

    A. Kepala Sekolah Selaku pimpinan, mempunyai tugas :
    1) Menyusun perencanaan
    2) Mengorganisir kegiatan
    3) Mengarahkan kegiatan
    4) Mengkoordinir kegiatan
    5) Melaksanakan pengawasan
    6) Melakukan evaluasi setiap kegiatan
    7) Menentukan kebijaksanaan
    8) Mengadakan rapat
    9) Mengambil keputusan
    10) Mengatur proses belajar mengajar
    11) Mengatur administrasi
    12) Mengatur organisasi siswa intra sekolah ( OSIS )
    13) Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat

    B. Kepala Sekolah selaku administrator, mempunyai tugas :
    1) Perencanaan
    2) Pengorganisasian
    3) Pengarahan
    4) Pengkoordinasian
    5) Pengawasan
    6) Kurikulum
    7) Kesiswaan
    8) Perkantoran
    9) Kepegawaian
    10) Perlengkapan
    11) Keuangan
    12) Perpustakaan

    C. Kepala Sekolah sebagai Suvervisor, mempunyai tugas supervisi terhadap :
    1) Kegiatan belajar mengajar
    2) Kegiatan bimbingan dan penyuluhan
    3) Kegiatan ko-kurikuler dan ekstra kurikuler
    4) Kegiatan ketatausahaan
    5) Kegiatan kerjasama dengan masyarakat dan dunia usaha

    5. BIDANG KESISWAAN
    1) Menyusun program pembinaan kesiswaan/OSIS
    2) Menegakkan Tata Tertib Sekolah
    3) Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan pengendalian kegiatan siswa/OSIS dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah
    4) Membina dan melaksanakan koordinasi keamanan, kebersihan, ketertiban, Kerindangan, keindahan, dan kekeluargaan(6K)
    5) Memberi pengarahan dan penilaian dalam pemilihan pengurus OSIS
    6) Melakukan pembinaan pengurus OSIS dalam berorganisasi
    7) Bekerjasama dengan para pembina kegiatan kesiswaan didalam menyusun program dan jadwal pembinaan siswa secara berkala dan insidentil.
    8) Melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan calon siswa penerimaan siswa baru.
    9) Mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah.
    10) Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan secara berkala
    11) Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan orang tua murid
    12) Melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan siswa penerima beasiswa

    Untuk lebih Jelasnya tentang Contoh Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah ( TUPOKSI ) Silahkan Download Contoh Tupoksi Kepala Sekolah Plus RKS dan RKTS Tahun 2016 di bawah ini :

    Sumber : atirta13.com

    Terimakasih sudah berkunjung di bloog admin semoga semua yang kami sediakan dibloog ini dapat berguna dan bermanfaat untuk kita semua sekian dan wassalam wr wb.

    Kamis, 17 Agustus 2017

    Contoh Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah Plus RKS dan RKTS Terbaru


    Kepala sekolah merupakan sosok yang harus dicontoh oleh guru guru dan peserta didik disekolah juga oleh warga sekolah sehingga kepala sekolah harus menjadi teladan dimasyarakat. Kepala sekolah harus mampu memanaje sekolah sehingga bisa mempengaruhi, menggerakan, memberdayakan dan mengembangkan warga sekolah ke arah yang lebih baik.
    Kemajaun sekolah akan berhasil jika semua unsur saling menunjang termasuk dukungan masyarakat yang dipimpin oleh kepala sekolah.

    Penilaian kinerja kepala sekolah dilaksanakan berdasarkan tupoksinya. Tupoksi kepala sekolah juga harus mengacu pada Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan sekolah, meliputi (1) perencanaan program, (2) pelaksanaan rencana kerja, (3) pengawasan dan evaluasi, (4) kepemimpinan sekolah, (5) sistem informasi sekolah.


    Berbagai tugas yang harus dilakukan kepala sekolah

    1. Membuat perencanaan

    Perencanaan yang perlu dilakukan oleh kepala sekolah, diantaranya adalah menyusun program tahunan sekolah, yang mencakup program pengajaran, kesiswaan, kepegawaian, keuangan, dan penyediaan fasilitas-fasilitas yang diperlukan. Perencanaan ini selanjutnya dituangkan dalam rencana tahunan sekolah yang dijabarkan dalam dua program semester.

    Program pengajaran
    Kesiswaan
    Kepegawaian
    Keuangan
    Sarana dan prasarana

    2. Kepala sekolah bertugas menyusun struktur organisasi sekolah

    Organisasi memainkan peranan penting dalam fungsi administrasi karena merupakan tempat Pelaksanaan semua kegiatan administrasi. Selain itu, dilihat dari fungsinya organisasi juga menetapkan dan menyusun hubungan kerja seluruh anggota organisasi agar tidak terjadi tumpang tindih dalam melakukan tugasnya masing-masing. 

    Penyusunan organisasi merupakan tanggungjawab kepala sekolah sebagai administrator pendidikan. Sebelumnya ditetapkan, penyusunan organisasi itu sebaiknya dibahas bersama-sama dengan seluruh anggota agar hasil yang diperoleh benar-benar merupakan kesepakatan bersama.

    Selain menyusun struktur organisasi, kepala sekolah juga bertugas untuk mendelegasikan 
    tugas-tugas dan wewenang kepada setiap anggota administrasi sekolah sesuai dengan struktur organisasi yang ada.

    3. Kepala sekolah sebagai koordinator dalam organisasi sekolah

    Pengkoordinasian organisasi sekolah ini merupakan wewenang dari kepala sekolah. Dalam melakukan pengkoordinasian ini sebaiknya juga kepala sekolah kerja sama dengan berbagai bagian dalam organisasi agar pengkoordinasian yang dilakukan dapat menyelesaikan semua hambatan dan halangan yang ada.

    4. Kepala sekolah mengatur kepegawaian dalam organisasi sekolah

    Berbagai tugas yang berkenaan dengan kepegawaian sepenuhnya merupakan wewenang kepala sekolah. Dia memiliki wewenang untuk mengangkat pegawai, mempromosikannya, menempatkan, atau menerima pegawai baru. Pengelolaan kepegawaian ini akan berjalan dengan baik bila kepala sekolah memperhatikan kesinambungan antara pemberian tugas dan dengan kondisi dan kemampuan pelaksanaannya.
    1. TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA SEKOLAH

    A. Kepala Sekolah Selaku pimpinan, mempunyai tugas :
    1) Menyusun perencanaan
    2) Mengorganisir kegiatan
    3) Mengarahkan kegiatan
    4) Mengkoordinir kegiatan
    5) Melaksanakan pengawasan
    6) Melakukan evaluasi setiap kegiatan
    7) Menentukan kebijaksanaan
    8) Mengadakan rapat
    9) Mengambil keputusan
    10) Mengatur proses belajar mengajar
    11) Mengatur administrasi
    12) Mengatur organisasi siswa intra sekolah ( OSIS )
    13) Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat

    B. Kepala Sekolah selaku administrator, mempunyai tugas :
    1) Perencanaan
    2) Pengorganisasian
    3) Pengarahan
    4) Pengkoordinasian
    5) Pengawasan
    6) Kurikulum
    7) Kesiswaan
    8) Perkantoran
    9) Kepegawaian
    10) Perlengkapan
    11) Keuangan
    12) Perpustakaan

    C. Kepala Sekolah sebagai Suvervisor, mempunyai tugas supervisi terhadap :
    1) Kegiatan belajar mengajar
    2) Kegiatan bimbingan dan penyuluhan
    3) Kegiatan ko-kurikuler dan ekstra kurikuler
    4) Kegiatan ketatausahaan
    5) Kegiatan kerjasama dengan masyarakat dan dunia usaha

    5. BIDANG KESISWAAN
    1) Menyusun program pembinaan kesiswaan/OSIS
    2) Menegakkan Tata Tertib Sekolah
    3) Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan pengendalian kegiatan siswa/OSIS dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah
    4) Membina dan melaksanakan koordinasi keamanan, kebersihan, ketertiban, Kerindangan, keindahan, dan kekeluargaan(6K)
    5) Memberi pengarahan dan penilaian dalam pemilihan pengurus OSIS
    6) Melakukan pembinaan pengurus OSIS dalam berorganisasi
    7) Bekerjasama dengan para pembina kegiatan kesiswaan didalam menyusun program dan jadwal pembinaan siswa secara berkala dan insidentil.
    8) Melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan calon siswa penerimaan siswa baru.
    9) Mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah.
    10) Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan secara berkala
    11) Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan orang tua murid
    12) Melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan siswa penerima beasiswa

    Untuk lebih Jelasnya tentang Contoh Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah ( TUPOKSI ) Silahkan Download Contoh Tupoksi Kepala Sekolah Plus RKS dan RKTS Tahun 2016 di bawah ini :

    Selasa, 15 Agustus 2017

    Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Sekolah Dasar Tahun 2017

    Berikut ini adalah informasi dan berkas pengumuman Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Sekolah Dasar Tahun 2017.

    Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Sekolah Dasar Tahun 2017
    Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Sekolah Dasar Tahun 2017

    Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Sekolah Dasar Tahun 2017

    Berikut ini kutipan teks dari isi berkas pengumuman Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Sekolah Dasar Tahun 2017:

    Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Lomba Penulisan Artikel Ilmiah yang terdiri dari lomba menulis bagi siswa SD/MI kelas III-VI tahun pelajaran 2017/2018, Lomba menulis artikel ilmiah populer dan lomba menulis feature sekolah dasar bagi peserta semua kalangan, tidak terbatas usia dan profesi. Adapun tema dan subtema untuk masing-masing kategori adalah sebagai berikut:

    Tema “Sekolahku”
    Lomba menulis bagi siswa SD/MI dengan subtema:
    1. Sekolahku Menyenangkan
    2. Aku dan Buku
    3. Guruku Idolaku
    4. Aku Suka Belajar
    5. Meneliti itu Asyik
    6. Berkesenian di Sekolahku yang Menyenangkan
    7. Berolahraga di Sekolahku yang Menyenangkan
    8. Kebun Sekolahku
    9. Belajar Bahasa Daerah Menyenangkan di Sekolahku

    Tema “Strategi Peningkatan Mutu Sekolah Dasar”
    Lomba menulis artikel ilmiah populer dengan subtema:
    1. Pengelolaan Sanitasi di Sekolah Dasar
    2. Menumbuhkan Budaya Baca di Sekolah Dasar
    3. Inovasi Tata Kelola Sekolah di Sekolah Dasar Negeri
    4. Optimalisasi Pembelajaran e-learning di Sekolah Dasar
    5. Revitalisasi Komite Sekolah di Sekolah Dasar
    6. Strategi Mencegah dan Menanggulangi Tinggal Kelas dan Putus Sekolah di Sekolah Dasar
    7. Teknik Pembelajaran Efektif di Sekolah Dasar
    8. Menguatkan Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Dasar Negeri
    9. Menguatkan Pembalajaran di Daerah 3T (Terdepan Terluar dan Tertinggal)
    10. Peran Pemerintah Daerah dalam Peningkatan Mutu Sekolah Dasar
    11. Penggunaan Gadget yang Baik Bagi Siswa SD

    Lomba menulis feature sekolah dasar dengan subtema:
    1. Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
    2. Menjadikan Sekolah Dasar Negeri Sebagai Sekolah Rujukan bagi Sekolah Dasar Lain
    3. Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Dasar
    4. Melaksanakan Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar
    5. Implementasi Gerakan Literasi di Sekolah Dasar
    PENGIRIMAN NASKAH
    1. Naskah diterima panitia paling lambat 15 Oktober 2017 (stempel pos)
    2. Naskah yang telah dikirim tidak dikembalikan oleh panitia
    3. Naskah menjadi finalis akan menajadi hak Kemendikbud
    4. Naskah cetak (hardcopy) dikirim sebanyak 2 salinan. Salinan pertama ditulis identitas penulis, salinan kedua tida isi identitas penulis
    5. Naskah cetak (hardcopy) diamplop, dituli keterangan jenis lomba yang diikuti dan dikirim melalui pos ke "PANITIA LOMBA PENULISAN ARTIKEL ILMIAH, DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH DASAR KEMDIKBUD, GEDUNG E LANTAI 18, JL. JENDERAL SUDIRMAN, SENAYAN, JAKARTA"
    6. File naskah (softcopy) dilengkapi identitas penulis diemail ke: pembelajaran.ditpsd@kemdikbud.go.id
    Selengkapnya mengenai Ketentuan umum, Pengiriman naskah dan ketentuan lain untuk Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Sekolah Dasar Tahun 2017 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:



    Download File:
    Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Sekolah Dasar Tahun 2017.jpg

    Sumber: http://ditpsd.kemdikbud.go.id

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai informasi Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Sekolah Dasar Tahun 2017. Semoga bisa bermanfaat.

    Lihat juga beberapa informasi dan berkas lainnya di bawah ini.


    Senin, 16 Oktober 2017

    Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah

    Berikut ini adalah berkas Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik  Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Download file format .docx Microsoft Word dan PDF.

    Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah - Lampiran Model Seragam Nasional
    Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah - Lampiran Model Seragam Nasional 

    Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik  Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah

    Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah
    Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah

    Berikut ini beberapa point penting yang merupakan kutipan teks dari isi berkas Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah:

    Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
    1. Sekolah adalah Sekolah Dasar/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/SDLB), Sekolah Menengah Pertama/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMP/SMPLB), Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMA/SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan/Sekolah Menengah Kejuruan Luar Biasa (SMK/SMKLB) baik negeri maupun swasta.
    2. Pakaian seragam nasional adalah pakaian yang dikenakan pada hari belajar oleh peserta didik di sekolah, yang jenis, model, dan warnanya sama berlaku secara nasional.
    3. Pakaian seragam khas sekolah adalah pakaian seragam bercirikan karakteristik sekolah yang dikenakan oleh peserta didik pada hari tertentu, dalam rangka meningkatkan kebanggaan peserta didik terhadap sekolahnya.
    4. Pakaian seragam khas muslimah adalah pakaian seragam yang dikenakan oleh peserta didik muslimah karena keyakinan pribadinya sesuai dengan jenis, model, dan warna yang telah ditentukan dalam kegiatan proses belajar mengajar untuk semua jenis pakaian seragam sekolah.
    5. Atribut adalah kelengkapan pakaian seragam nasional yang menunjukkan identitas masing-masing sekolah terdiri dari badge organisasi kesiswaan, badge merah putih, badge nama peserta didik, badge nama sekolah dan nama kabupaten/kota. 

    Penetapan pakaian seragam sekolah bertujuan:
    a. menanamkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, serta memperkuat persaudaraan sehingga dapat menumbuhkan semangat kesatuan dan persatuan di kalangan peserta didik;
    b. meningkatkan rasa kesetaraan tanpa memandang kesenjangan sosial ekonomi orangtua/wali peserta didik;
    c. meningkatkan disiplin dan tanggungjawab peserta didik serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku; dan
    d. menjadi acuan bagi sekolah dalam menyusun tata tertib dan disiplin peserta didik khususnya yang mengatur pakaian seragam sekolah.

    JENIS, WARNA, DAN MODEL
    (1) Pakaian seragam sekolah terdiri dari:
    a. Pakaian seragam nasional;
    b. Pakaian seragam kepramukaan; atau
    c. Pakaian seragam khas sekolah.

    (2) Jenis pakaian seragam sekolah terdiri dari:
    a. Pakaian seragam sekolah untuk peserta didik putra;
    b. Pakaian seragam sekolah untuk peserta didik putri.

    (3) Warna pakaian seragam nasional untuk:
    a. SD/SDLB: kemeja putih, celana/rok warna merah hati;
    b. SMP/SMPLB: kemeja putih, celana/rok warna biru tua;
    c. SMA/SMALB/SMK/SMKLB: kemeja putih, celana/rok warna abu-abu.

    (4) Ketentuan pakaian seragam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
    a. Pakaian seragam nasional mengacu pada Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini;
    b. Model pakaian seragam nasional sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
    c. Pakaian seragam kepramukaan mengacu pada ketentuan peraturan kwartir nasional gerakan pramuka;
    d. Pakaian seragam khas sekolah diatur oleh masing-masing sekolah dengan tetap memperhatikan hak setiap warga negara untuk menjalankan keyakinan agamanya masing-masing.

    PENGADAAN DAN PENGGUNAAN
    (1) Pengadaan pakaian seragam sekolah diusahakan sendiri oleh orangtua atau wali peserta didik.
    (2) Pengadaan pakaian seragam sekolah tidak boleh dikaitkan dengan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru atau kenaikan kelas.

    (1) Pakaian seragam nasional dikenakan pada hari Senin, Selasa, dan pada hari lain saat pelaksanaan Upacara Bendera.
    (2) Pada saat Upacara Bendera dilengkapi topi pet dan dasi sesuai warna seragam masing-masing jenjang sekolah, dilengkapi dengan logo tut wuri handayani di bagian depan topi.
    (3) Selain hari sebagaimana dimaksud pada ayat (1) peserta didik dapat mengenakan pakaian seragam kepramukaan atau pakaian seragam khas sekolah yang diatur oleh masing-masing sekolah.

    SANKSI
    Sekolah yang melanggar ketentuan dalam Peraturan Menteri ini akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    PAKAIAN SERAGAM NASIONAL 

    Pakaian Seragam Nasional SD/SDLB
    1. Pakaian Seragam Peserta Didik Putra
    • kemeja putih lengan pendek memakai satu saku di sebelah kiri dan dimasukkan kedalam celana;
    • celana pendek warna merah hati, panjang celana 5 cm di atas lutut, bagian pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang, saku dalam pada sisi kiri dan kanan; atau celana panjang warna merah hati model biasa/lurus, panjang celana sampai mata kaki, bagian pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang, saku dalam pada sisi kiri dan kanan;
    • ikat pinggang ukuran lebar 3 cm warna hitam;
    • kaos kaki putih polos minimal 10 cm di atas mata kaki;
    • sepatu hitam.
    2. Pakaian Seragam Peserta Didik Putri
    • kemeja putih lengan pendek memakai satu saku di sebelah kiri dan imasukkan kedalam rok;
    • rok pendek warna merah hati, lipit searah, tanpa saku, bagian pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang, panjang rok 5 cm di bawah lutut; atau rok panjang warna merah hati sampai mata kaki, lipit searah, tanpa saku, bagian pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang;
    • ikat pinggang ukuran lebar 3 cm warna hitam;
    • kaos kaki putih polos minimal 10 cm di atas mata kaki;
    • sepatu hitam.
    3. Pakaian Seragam Khas Muslimah
    • kemeja putih lengan panjang sampai pergelangan tangan, memakai satu saku di sebelah kiri dan dimasukkan kedalam rok;
    • jilbab putih;
    • rok panjang warna merah hati sampai mata kaki, lipit searah, tanpa saku, bagian pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang;
    • ikat pinggang ukuran lebar 3 cm warna hitam;
    • kaos kaki putih minimal 10 cm di atas mata kaki;
    • sepatu hitam.

    4. Atribut
    • Badge SD dijahitkan pada saku kemeja;
    • Badge merah putih dijahitkan pada atas saku kemeja;
    • Badge nama peserta didik dijahitkan pada kemeja bagian dada sebelah kanan;
    • Badge nama sekolah dan nama kabupaten/kota dijahitkan pada lengan kemeja sebelah kanan. 

    Pakaian Seragam Nasional SMP/SMPLB
    1. Pakaian Seragam Peserta Didik Putra
    • kemeja putih lengan pendek memakai satu saku di sebelah kiri;
    • celana pendek warna biru tua, panjang celana 5 cm di atas lutut, bagian pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang, saku dalam pada sisi kiri dan kanan serta satu saku vest belakang sebelah kanan; atau celana panjang warna biru tua, model biasa/lurus, panjang celana sampai mata kaki dengan lingkar kaki minimal 44 cm, bagian pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang, saku dalam pada sisi kiri dan kanan serta satu saku vest belakang sebelah kanan;
    • ikat pinggang ukuran lebar 3 cm warna hitam;
    • kaos kaki putih polos minimal 10 cm di atas mata kaki;
    • sepatu hitam.

    2. Pakaian Seragam Peserta Didik Putri
    • kemeja putih lengan pendek memakai satu saku di sebelah kiri;
    • rok warna biru tua dengan lipit hadap di kiri dan kanan bagian muka, ritsluiting di tengah belakang, saku dalam bagian sisi rok, di pinggang disediakan tali gesper untuk tempat ikat pinggang, panjang rok 5 cm di bawah lutut; atau rok panjang sampai mata kaki, warna biru tua dengan lipit hadap di kiri dan kanan bagian muka, ritsluiting di tengah belakang, saku dalam di bagian sisi rok, di pinggang disediakan tali gesper untuk tempat ikat pinggang;
    • ikat pinggang ukuran lebar 3 cm warna hitam;
    • kaos kaki putih minimal 10 cm di atas mata kaki;
    • sepatu hitam.

    3. Pakaian Seragam Khas Muslimah
    • kemeja putih lengan panjang sampai pergelangan tangan, memakai satu saku di sebelah kiri;
    • jilbab putih;
    • rok panjang sampai mata kaki, warna biru tua dengan lipit hadap di kiri dan kanan bagian muka, ritsluiting di tengah belakang, saku dalam di bagian sisi rok, di pinggang disediakan tali gesper untuk tempat ikat pinggang;
    • ikat pinggang ukuran lebar 3 cm, warna hitam;
    • kaos kaki putih minimal 10 cm di atas mata kaki;
    • sepatu hitam.

    4. Atribut
    • Badge OSIS dijahitkan pada saku kemeja;
    • Badge merah putih dijahitkan pada atas saku kemeja;
    • Badge nama peserta didik dijahitkan pada kemeja bagian dada sebelah kanan;
    • Badge nama sekolah dan nama kabupaten/kota dijahitkan pada lengan kemeja sebelah kanan. 

    Pakaian Seragam Nasional SMA/SMALB/SMK/SMKLB
    1. Pakaian Seragam Peserta Didik Putra
    • kemeja putih, lengan pendek memakai satu saku di sebelah kiri;
    • celana panjang abu-abu model biasa/lurus, panjang celana sampai mata kaki dengan lingkar kaki minimal 44 cm, bagian pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang, saku dalam pada sisi kiri dan kanan dan satu saku vest belakang sebelah kanan;
    • ikat pinggang ukuran lebar 3 cm warna hitam;
    • kaos kaki putih minimal 10 cm di atas mata kaki;
    • sepatu hitam.

    2. Pakaian Seragam Peserta Didik Putri
    • kemeja putih, lengan pendek, memakai satu saku di sebelah kiri;
    • rok abu-abu dengan lipit hadap pada tengah muka, ritsluiting di tengah belakang, saku dalam bagian sisi rok, di pinggang disediakan tali gesper untuk tempat ikat pinggang, panjang rok 5 cm di bawah lutut; atau rok abu-abu panjang sampai mata kaki, dengan lipit hadap pada tengah muka, ritsluiting di tengah belakang, saku dalam pada bagian sisi rok, di pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang;
    • ikat pinggang ukuran lebar 3 cm warna hitam;
    • kaos kaki putih minimal 10 cm di atas mata kaki;
    • sepatu hitam.

    3. Pakaian Seragam Sekolah Khas Muslimah
    • kemeja putih, lengan panjang sampai pergelangan tangan, memakai satu saku di sebelah kiri;
    • jilbab putih;
    • rok abu-abu panjang sampai mata kaki, dengan lipit hadap pada tengah muka, ritsluiting di tengah belakang, saku dalam pada bagian sisi rok, di pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang;
    • ikat pinggang ukuran lebar 3 cm, warna hitam;
    • kaos kaki putih minimal 10 cm di atas mata kaki;
    • sepatu hitam.

    4. Atribut
    • Badge OSIS dijahitkan pada saku kemeja;
    • Badge merah putih dijahitkan pada atas saku kemeja;
    • Badge nama peserta didik dijahitkan pada kemeja bagian dada sebelah kanan;
    • Badge nama sekolah dan nama kabupaten/kota dijahitkan pada lengan kemeja sebelah kanan.

      Download Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik  Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah (beserta lampiran 1 dan laimpiran 2), silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:







      Download File:

      Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.pdf
      Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah_lampiran1.pdf
      Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah_lampiran2.pdf
      Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.docx
      Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah_lampiran1.docx
      Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah_lampiran2.docx


      Sumber: http://www.kemdikbud.go.id

      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik  Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Semoga bisa bermanfaat.

      Lihat juga beberapa informasi dan berkas lainnya di bawah ini.


      Senin, 09 Oktober 2017

      Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah dan Madrasah

      Berikut ini adalah berkas Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) di Sekolah/Madrasah . Download file format .docx Microsoft Word dan PDF.

      Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah dan Madrasah
      Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah dan Madrasah 

      Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah/ Madrasah 

      Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah dan Madrasah:

      Keberhasilan pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah/madrasah (UKS) pada akhirnya akan terlihat/tercermin pada perilaku hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik, dan ini merupakan dampak yang diharapkan dari keseluruhan pola pembinaan dan pengembangan UKS. Hal ini dikarenakan UKS merupakan wadah dan program untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin, yang dilakukan secara terpadu oleh 4 Kementerian terkait beserta seluruh jajarannya baik di pusat maupun di daerah. Adapun landasannya, yaitu SKB 4 Menteri, yaitu Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri.

      Usaha membina, mengembangkan, dan meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik dilaksanakan melalui program pendidikan di sekolah/madrasah dengan berbagai kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikulernya, serta melalui usaha-usaha lain diluar sekolah/madrasah yang dilakukan dalam rangka pembinaan dan pemeliharaan kesehatan masyarakat.

      Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh Tim Pembina UKS Pusat ternyata masih cukup banyak sekolah/madrasah yang belum melaksanakan UKS secara baik dan benar, terutama disebabkan kurangnya buku-buku/pedoman pelaksanaan UKS di sekolah/madrasah. Dengan adanya buku ini diharapkan dapat membantu Tim Pelaksana UKS dalam melaksanakan program UKS di sekolah/madrasah

      Sasaran Pedoman Pelaksanaan UKS ini adalah Tim Pelaksana UKS di sekolah/madrasah baik negeri maupun swasta.

      Tujuan dari Pedoman Pelaksanaan UKS ini ialah agar UKS dapat dilaksanakan di sekolah/madrasah sesuai dengan panduan dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Tim Pembina UKS. Secara rinci tujuan yang hendak dicapai adalah sebagai berikut:

      1. Membantu guru dan kepala sekolah/madrasah sebagai Tim Pelaksana UKS dalam memahami berbagai informasi tentang UKS dan dapat melaksanakannya disekolah/madrasah masing-masing; 
      2. Membantu guru dan kepala sekokah sebagai Tim Pelaksana UKS dalam memahami cara menyusun dan melaksanakan rencana kegiatan UKS di sekolah/madrasah masing-masing;
      3. Membantu guru dan kepala sekolah/madrasah sebagai Tim Pelaksana UKS dalam memahami dan menguasai cara melaksakan tiga program pokok UKS (Trias UKS);
      4. Membantu guru dan kepala sekolah/madrasah sebagat Tim Pelaksana UKS dalam memahami dan menguasai cara melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan UKS.

      Ruang lingkup buku ini adalah bagaimana melaksanakan UKS secara benar yang meliputi bagaimana pembentukan Tim Pelaksana UKS, penyusunan rencana/program UKS bagi Tim Pelaksana UKS, dan cara melaksanakan program UKS serta bagaimana cara melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporannya.

      Tujuan UKS
      a. Tujuan Umum
      Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah/madrasah adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik dan menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan Yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.

      b. Tujuan Khusus
      Memupuk kebiasaan hidup sehat dan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik yang di dalamnya mencakup:
      1. Memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup sehat serta berpartisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan;
      2. Sehat, baik dalam arti fisik, mental maupun sosial dan;
      3. Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap Pengaruh buruk penyalahgunaan narkotika, Obat-obatan dan bahan bebahaya, alkohol (minuman keras), rokok dan sebagainya. 

      Sasaran UKS
      Sasaran UKS adalah peserta didik dari tingkat pendidikan dasar sampai dengan tingkat pendidikan menengah (TK, SD, SMP, dan SMA/SMK) termasuk peserta didik di perguruan agama beserta lingkungannya.

      Sasaran Pembinaan UKS
      Adapun sasaran Pembinaan UKS adalah sebagai berikut:
      1. Peseta didik;
      2. Pembina teknis (guru dan petugas kesehatan);
      3. Pembina nonteknis (pengelola pendidikan, karyawan sekolah/madrasah);
      4. Sarana dan prasarana pendidikan serta pelayanan kesehatan;
      5. lingkungan (lingkungan sekolah/madrasah, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat sekitar sekolah/madrasah).

      Ruang Lingkup UKS di Sekolah/madrasah
      Ruang lingkup UKS adalah ruang lingkup yang tercermin dalam Tiga Program pokok Usaha Kesehatan Sekolah/madrasah (disebut Trias UKS) meliputi;
      1. Penyelenggaraan Pendidikan Kesehatan;
      2. Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan;
      3. Pembinaan lingkungan Sekolah/madrasah Sehat.

      Ruang Lingkup Pembinaan UKS
      1. Penyusunan perencanaan program;
      2. Pelaksanaan program; 
      3. Pengendalian program; 
      4. Penilaian dan penelitian;
      5. Manajemen dan organisasi termasuk ketenagaan, sarana dan prasarana serta pembiayaan.

      Tim Pembina UKS dan Tim Pelaksana UKS
      Untuk melaksanakan tugas pembinaan dan pengembangan UKS secara terpadu dan terkoordinasi, maka dibentuk Tim Pembina UKS pada setiap jenjang Pemerintahan, yaitu:
      1. Tim Pembina UKS Tingkat Pusat;
      2. Tim Pembina UKS Tingkat Provinsi;
      3. Tim Pembina UKS Tingkat Kab/Kota; 
      4. Tim Pembina UKS Tingkat Kecamatan.

        Download Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah dan Madrasah 

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah dan Madrasah  ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:



        Download File:

        Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah dan Madrasah .pdf
        Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah dan Madrasah .docx


        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah dan Madrasah . Semoga bisa bermanfaat.

        Lihat juga beberapa informasi dan berkas lainnya terkait dengan Ekstrakurikuler Sekolah/Madrasah di bawah ini.


        Follow Me

        Popular Posts