Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Contact. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Contact. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Desember 2017

NGERI ! PRIA INI RAMALKAN TSUNAMI HANTAM 7 NEGARA DI ASIA, TERMASUK INDONESIA PADA 31 DESEMBER 2017

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh

Selamat Siang

Mendikbudku.com - Pria dari Pakistan ini mengklaim memiliki ‘indera keenam’.

Dia mengirim surat kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi.

Pria itu memprediksi tsunami dahsyat akan terjadi pada akhir 2017.

Ngeri! Pria Ini Ramalkan Tsunami Hantam 7 Negara di Asia, Termasuk Indonesia pada 31 Desember 2017
Gambar Ilustrasi

Menurut Express, Senin 6 November 2017, dalam surat yang dikirim pada September 2017 itu, Babu Kalayil memperingatkan gempa dahsyat dapat mengguncang Samudera Hindia pada Desember 2017.

Gempa ini memicu tsunami besar yang akan mempengaruhi tujuh negara Asia, termasuk Pakistan, India, dan Indonesia.

Media massa di India mungkin menertawakan peringatan itu.

Namun, pemerintah Pakistan tidak memandang ringan surat peringatan itu.

Para pejabat telah memulai persiapan untuk menghadapi potensi bencana alam itu.

Dalam suratnya, Kalayil menulis, “Di Samudra Hindia akan ada gempa yang terjadi sebelum 31 Desember 2017”.

“Gempa yang kuat ini bisa tersebar ke seluruh pesisir kawasan kontinental Asia.”

“Apalagi efek ini bahkan akan menggantikan batas pantai laut.”

Surat Babu Kalayil terkait gempa.

Melalui surat itu, dia memperingatkan bahwa 11 negara di Asia dapat kena dampak gempa tersebut, termasuk Tiongkok, India, Jepang, Nepal, Indonesia, dan Afghanistan.

Surat lain sedang diributkan netizen di media sosial.

Surat yang dibuat Otoritas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Gempa (ERRA) Pakistan dan ditandatangani wakil ketua diduga telah memerintahkan prosedur operasi standar (SOP) mengenai penanganaan masalah tersebut segera dipersiapkan.

Surat itu keluar akibat surat peringatan pria yang memiliki ‘indera keenam’ itu.

Surat kedua dari ERRA menunjukkan bahwa prediksi absurd telah dianggap serius oleh pejabat di Pakistan.

Surat dari ERRA berbunyi, “Laporan Informasi telah diterima dari DG, Inter-Services Intelligence, tentang kemungkinan terjadi gempa berskala besar, seperti yang diperkirakan di Samudra Hindia dalam waktu dekat yang dapat dengan cepat menggoyahkan benua Asia, termasuk Pakistan.”

“Oleh karena itu, ada kebutuhan untuk membuat kepekaan memperhatikan kerja departemen agar terus berjaga dan menangani bencana alam.”

“SOP akan diajukan ke wakil ketua ERRA pada Senin, 6 November 2017.”

Menurut BBC, tidak ada dasar ilmiah untuk prediksi bencana ini.

Sebab, tidak ada teknologi semacam itu yang tersedia di dunia yang dapat melaporkan gempa lebih dari 15 detik sebelum menyerang.

Kepala Departemen ERRA Dr Ghulam Rasool mengatakan kepada BBC :

“Prediksi ini memang tidak memiliki pembenaran ilmiah.”

“Namun, kami sedang mempersiapkan diri untuk menyelamatkan diri dari dampaknya.”

“ERRA juga memulai pekerjaannya dengan menulis surat peringatan.”

Dia mengakui tidak mungkin memprediksi gempa bumi.

Namun, tidak berarti hal itu tidak akan mungkin terjadi di masa depan.

Dia berkata, “Oleh karena itu, kami tidak boleh mengabaikan informasi tersebut dan harus mempersiapkannya karena ada ancaman gempa bawah laut di daerah ini dan juga ada sejarah getaran di masa lalu.”

Lepas dari benar atau tidaknya ramalan itu, persiapan yang dilakukan pejabat pemerintah bisa dimaklumi jika tetap dilakukan.

Para pejabat tentu tidak mau disalahkan jika ramalan itu benar-benar terjadi.

Namun, prediksi tersebut dibantah BMKG.

Dilansir dari Kompas.com, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Daryono telah mengirim keterangan pers pada Rabu (8/11/2017).

Dia menegaskan ramalan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Hal itu karena cakupan dampak bencana yang disebutkan sangat luas dan sulit diterima dalam konsep ilmu kegempaan (seismologi),” tegasnya.

Dia mengatakan Indonesia merupakan wilayah aktif yang sering mengalam gempa bumi.

Aktivitas (gempa bumi) ini dapat terjadi kapan saja dalam berbagai kekuatan.

Terkait hal tersebut, BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi jauh-jauh hari.

“Hingga saat ini, belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat (kapan, di mana, dan berapa kekuatannya),” jelasnya.

Daryono mengimbau masyarakat tidak mudah terpancing dengan isu yang beredar.

“Bila ingin mengetahui lebih jelas terkait gempa bumi dan tsunami, (Anda) dapat menghubungi contact center di 021-6546316 atau website resmi di www.bmkg.go.id.”

Sumber : tribunnews.com

Demikian berita terkini yang dapat mendikbudku.com sampaikan, silakan dishare.

Follow Me

Popular Posts